

SAMPANG,– Batik Etnik “SEGORO” ciptaan Sri Krisna asal Desa Jelgung Kecamatan Robatal Jawa Timur mulai di lirik Pemkab setempat .
Bahkan Batik yang mengkisahkah sejarah keberadaan Raden Segoro di Desa Nepa Kecamatan Banyuates itu akan di kenakan para pejabat saat menghadiri Musrenbangkab RKPD 2020 yang akan di laksanakan senin 25/3.
Pernyataan itu di sampaikan Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto kamis 21/3.
Menurutnya Pemerintah berkewajiban untuk mengangkat, mempromosikan serta mengembangkan produk lokal yang berpotensi meningkatkan PAD serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
“Akan dikenakan oleh Pimpinan OPD, Kabid serta Camat saat Musrembangkab RKPD senin 25/3,” ujar Tony Moerdiwanto.
Kabag Humas Yulus Juwaidi mengaku mempunyai Batik Etnik SEGORO
“Bener mas saya punya juga, baru saja selesai di jahit dan mencobanya,” tuturnya.
Sementara Sri Krisna pencipta Batik Etnik SEGORO mengungkapkan Batik tulis Etnik SEGORO itu tidak hanya sekedar menjual produk Batik namun juga mengeksplore sejarah Sampang.
Menurut kisah yang ada, Raden Segoro merupakan bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Sampang bahkan Madura.
Simbul sejarah kehidupan Raden Segoro di Desa Nepa Kecamatan Banyuates tertuang dalam desaign Batik seperti Keris, Kera, dan Daun Nepa
“Saya beropsesi ingin mengangkat Kabupaten Sampang melalui Seni Batik Tulis,” ungkap Sri Krisna.
Ia mengaku Bappelitbangda Sampang membeli 75 lembar Batik Etnik SEGORO.
Selain itu Galery Sri Krisna yang didirikan di Desa Jelgung Kecamatan Robatal menjadi tempat belajar dan warga sekitar termasuk siswa di luar Desa Jelgung.
Ia berharap dengan antusiasnya warga sekitar maupun para siswa belajar di Galery Sri Krisna akan terbangun sebuah kemitraan yang sinergi guna mewujudkan kemandirian maupun peningkatan ekonomi kerakyatan.

Semoga bisa mendorong perekonomian di kabupaten Sampang, khususnya di Robatal. Amin.
LikeLike